Liga Champions

(Analisis) Matikan Messi atau Redam Lini Tengah

Rabu, 6 Mei 2015 17:44 WIB
Editor:
 Copyright:

Jika menilisik pertandingan terakhir Barcelona di La Liga Spanyol saat mereka menang besar 8-0 atas Cordoba terlihat bagaimana tim besutan Luis Enrique itu mengandalkan trisula lini depan utamanya sang superstar, Lionel Messi. 

Namun dari dua gol awal yang dicetak Barcelona di pertandingan melawan Cordoba terlihat jelas dominasi gelandang tengah Barcelona. Namun sangat tak etis jika menyamakan kualitas gelandang Munchen dengan Cordoba. Artinya jikakalau Barcelona tetap berusaha mendominasi lini tengah, hal itu masih mampu diladeni oleh deretan gelandang Munchen.  

Gaya bermain Barcelona di era Enrique memang sedikit berbeda dengan gaya Barcelona kala dilatih Pep Guardiola. Namun jika boleh menyebut, gaya Enrique saat ini hanyalah penyempurnaan dari gaya Guardiola kala melatih Barcelona. 

Pertanyaannya kemudian taktik apakah yang akan diterapkan Guardiola kala menjamu mantan klubnya tersebut, mematikan pergerakan Lionel Messi atau meredeam kreatifitas gelandang Barcelona? 

Mematikan pergerakan Messi dengan double cover tentu memiliki plus minus. Kelebihannya, Messi akan menjadi tumpul dan mental pemain Barcelona akan terganggu karena superstar mereka tak mampu berbuat banyak. Namun minusnya, Barcelona kini memiliki trisula sama tajamnya. Jika Messi dimatikan masih ada Suarez dan Neymar yang akan membuat repot. 

Pep masih memiliki opsi untuk meredam lini tengah Barcelona yang memiliki tingkat kreatifitas di atas rata-rata. Artinya peran dari Lahm dan eks Barcelona, Thiago untuk bisa meladeni gelandang Barcelona menjadi sangat vital. 

Aliran bola-bola pendek yang biasa dimainkan Barcelona harus mampu dihentikan oleh Lahm dan Thiago. Pep pasti mengetahui cara menempel pemain Barcelona hanya akan sia-sia hal itu justru menjadi celah untuk Munchen. Pressing ketat yang biasa Barcelona mainkan bisa diterapkan Munchen untuk meredam itu Barcelona. 

Pola lini tengah yang tiba-tiba diisi empat pemain dan jumlah yang sama dengan pemain bertahan yang bisa diterapkan Pep mungkin mampu menutupi ruang-ruang gerak Barcelona untuk menerima bola dari lini tengah yang dikomandoi Iniesta. Akibatnya aliran serangan Barcelona bisa menjadi tersendat sejak dari lini belakang.

2