Persegres Siap Putus Kontrak Pemain‏

Rabu, 6 Mei 2015 22:55 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor:
 Copyright:

Sekretaris Persegres Hendri Febry menjelaskan pihaknya menghitung kerugian finansial yang dialami, karena kompetisi berhenti total.

"Kami menghitung kerugian yang didapat selama 5 bulan berkisar Rp 8-10 miliar. Makanya, agar biaya tak semakin besar, putus kontrak akan jadi opsi," tuturnya ketika dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon, Rabu (06/05/15).

Diuraikan, pilihan putus kontrak pemain kemungkinan akan dilakukan pekan depan. Hanya saja, opsi ini baru bisa dilakukan ketika sudah ada hasil pada pertemuan tim-tim dengan PT Liga Indonesia (PT LI). Pertemuan itu rencananya digelar malam ini di Jakarta. "Kami dan tim-tim lain juga berangkat ke Jakarta untuk ikut pertemuan ini," terang Hendri.

Pihaknya memang tak tahu isi pertemuan itu. Hanya saja, dengan pertemuan itu, pihaknya berharap ada solusi terkait kerugian yang dialami klub-klub dan langkah ke depan, apakah klub langsung dibubarkan atau bertahan. "Pertemuan itu akan jadi momen untuk mengambil keputusan pada tim," tuturnya.

Yang pasti, adanya penghentian kompetisi karena force majeure, juga dimaklumi para pemain Laskar Joko Samudro. Adanya keputusan ini juga membuktikan bahwa klub tak bisa berbuat apa-apa, sehingga jika sewaktu-waktu putus kontrak, pemain bisa menerimanya.

"Ini memang masa libur, sehingga komunikasi pada pemain terkait rencana putus kontrak tetap jalan via telepon. Tapi kami tetap berharap ada solusi sehingga kompetisi jalan lagi," pungkas Hendri.
 

3