Sebelumnya pria ini juga tengah melihat performa timnas U-23 yang tengah ditelaah kemampuaan untuk bertanding di ajang Sea Games 2015, Singapura, dan memberikan masukan kepada Aji Santoso.
"Sama seperti tugas HPU kepada pelatih Aji Santoso kemarin, kami akan mendukung secara science, tentang analisa tim juga analisa performa untuk paket data tapi harus fakta", jelas Jaino.
Pria asal Brasil yang dipilih karena kemampuannya dalam Match Analysist, performance analysist dan peralatan Sport Science ini memaparkan bahwa sepakbola Indonesia tidak bisa lagi sembarangan memilih atau karena kedekatan dengan pelatih maupun petinggi pemimpin organisasi akan tetapi harus mengikuti perkembangan sepakbola modern.
"Di dunia sepakbola modern kita diharuskan mempunyai data dan fakta mengenai seluruh permainan di lapangan. Termasuk analisis individu dan tim. Kami juga memantau kelebihan dan kekurangan untuk diberikan kepada pelatih, supaya sesudah dan sebelum bermain akan lebih efisien," tegas mantan pelatih Persib U-21 ini.
Lebih lanjut pemain ini juga mengemukakan kalau beban tugasnya tidak tergantung pada organisasi dalam hal ini PSSI, Jaino juga menolak kalau bertugas merekomendasikan pemain akan tetapi beban tugasnya kepada pelatih untuk mendukung performa tim dan individu.