Inter harus menerima denda sebesar 20 juta euro (Rp 292 miliar) gara-gara melanggar aturan FFP. Klub milik pengusaha asal Indonesia Erick Thohir itu wajib menyetor 6 juta euro (Rp 87,9 miliar) ke UEFA, sementara sisanya bisa dihapus jika target bisa terpenuhi.
UEFA memberikan target ke Inter yakni membatasi kerugian klub sampai 30 juta euro (Rp 439 miliar) di akhir tahun 2016 nanti. Namun, jumlah tersebut bisa dipotong jika Inter mendapat pemasukan di kompetisi Eropa selama tiga musim ke depan.
Selain itu, UEFA memberi sanksi pengurangan jumlah pemain yang boleh didaftarkan Inter andai berhasil lolos ke kompetisi Eropa. Inter hanya boleh mendaftarkan 21 nama dalam skuad mereka di musim depan. Biasanya, jatah pemain yang bisa dicantumkan berjumlah 25 orang.
Di musim berikutnya, Inter bisa menambah satu pemain lagi menjadi 22 orang. Sanksi tersebut bakal dihapus pada musim 2017/18. Tapi, lagi-lagi dengan syarat target di atas harus bisa dipenuhi La Beneamata.
Adapun Roma menerima denda lebih ringan ketimbang Inter. UEFA mendenda Roma sebesar 6 juta euro (Rp 87,9 miliar). Klub asal Ibukota Italia itu wajib membayar 2 juta euro (Rp 29 miliar). Giallorossi juga mendapat sanksi pengurangan jumlah pemain di kompetisi Eropa menjadi 22 pada musim depan. Sanksi akan dicabut jika Roma mampu menutup kerugian 30 juta euro pada tahun 2015 dan 2016.
Inter dan Roma adalah dua dari 10 klub yang melanggar aturan FFP. Delapan klub lainnya adalah Sporting Lisbon, AS Monaco, Besiktas, Kuban Krasnodar, Lokomotiv Moskow, CSKA Sofia, Kardemir Karabukspor, dan FC Rostov. Uang denda akan masuk ke pendapatan UEFA.
1.3K
Terjerat FFP, Inter dan Roma Disanksi UEFA
© Yuhariyanto/INDOSPORT/INTERNAT