Setiap bulannya saja, manajemen tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini harus mengeluarkan uang lebih dari Rp 200 juta untuk membayarkan gaji pemain.
Bahkan, selama dua bulan dalam masa persiapan, manajemen Persis sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp 600 juta.
“Itu belum semua yang kami hitung, karena uang sebesar itu selain untuk membayar gaji pemain, juga untuk menyewa mess, katering, dan masih banyak lagi,” terang Presiden Direktur PT. Persis Solo Saestu, Paulus Haryoto.
Tak hanya itu saja, bahkan Paulus mengakui jika beberapa sponsor yang hampir merapat ke tim asuhan Aris Budi Sulistyo ini juga gagal menjalin kerjasama dengan PT. Persis Solo Saestu.
“Untuk bulan ini saja, mau tak mau, kami harus membayar gaji 50 persen dahulu ke pemain, karena memang keadaanya tak mendukung. Namun jika ada pemasukan, kami akan berusaha melunasinya. Kami sedang mengagas sebuah ide turnamen,” katanya.