Keputusan Kongres Luar Biasa (KLB), PT Liga Indonesia yakni mengharuskan pihak klub membayar sisa kompensasi senilai 25 persen dari sisa Kontrak. Namun, kesepakatan itu justru belum direalisasikan sejumlah klub.
Pelatih Persipasi Bandung Raya (PBR), Dejan Antonic, masih menunggu penyelesaiaan pembayaran gaji oleh manajemen, meskipun saat ini Dejan telah mengaku telah bebas dari kontrak manajemen.
“Sekarang saya bebas dari kontrak, akan tetapi PBR harus tetap membayar gaji saya, juga para pemain. Saya masih harus menuntut dan menunggu kabar dari pihak manajemen,” jelas Dejan.
Lebih lanjut, kekecewaan Dejan bertambah karena perjuangannya bersama PBR terasa sia-sia. Lewat usaha dan jerih payahnya beserta para pemain, Dejan berhasil membawa PBR keluar dari zona degradasi hingga masuk kejajaran 4 besar.
“Saya bersama pemain kecewa, bagaimana kami bisa bekerja dengan baik, sedangkan untuk gaji aja kami harus fight. Padahal, kami telah berusaha keras untuk membawa PBR keluar dari zona degradasi hingga masuk menjadi semifinalis. Waktu itu, PBR masih bernama Pelita Bandung Raya (PBR),”kenangnya.
Setelah berhenti mengurusi PBR, kini Dejan mengaku tengah sibuk dengan sekolah UEFA Pro Licenca miliknya bulan Juni nanti sambil menunggu apakah kompetisi dan Liga Indonesia benar-benar berjalan.
“Saya mau bekerja dengan bersih dan jujur, itu juga yang saya harapkan dari pihak manajemen. Saat ini saya masih mengurusi sekolah sepakbola saya UEFA Pro Licence, sambil menunggu apakah kompetisi berjalan lagi atau tidak,” tuntasnya.