Dilansir dari akun Twitter pribadinya @JeremySchaap mengatakan,
"Remember, there were some deadlines looming because of the 5-year statute of limitations on foreign corrupt practices act," kicau Schaap.
Schaap juga mengatakan seperti dilansir espn.go bahwa presiden FIFA sudah tidak mau lagi menginjak kakiknya ke Amerika Serikat karena ia mengetahui bahwa para penyidik di FBI sudah lama mengincar prakter korupsi yang dilakukan oleh para koleganya.
Baca Juga:
6 Pejabat Tinggi FIFA Ditangkap Aparat Keamanan
Ini Tuduhan Kepada Pejabat FIFA
Blatter juga diduga takut ditangkap karena organisasi yang dipimpinnya sudah lama terindikasi melakukan banyak penyelewengan, termasuk pencucian uang di Amerika Serikat.
Blatter tidak pernah lagi ke Amerika semenjak salah satu mantan pejabat teras FIFA, Chuck Blazer, berhasil didekati FBI dan kemudian banyak membantu investigasi yang dilakukan sejak tahun 2011.
Blazer adalah petinggi teras federasi sepakbola AS yang juga anggota Komite Ekekutif FIFA dari 1996 sampai 2013, serta mantan sekjen CONCACAF.
Sepp Blater sendiri sudah pernah membantah tuduhan tersebut pada sesi wawancara dengan The Guardian pada 15 Mei 2015 lalu. Menurut Blatter, ia samasekali tidak menghindar untuk berkunjung ke Amerika Serikat.
"Saya akan berada disana jika terpilih nanti, jika tidak terpilih pun mereka (CONCACAF) akan mengundang saya, saya yakin," kata Blatter.