Rekening FIFA Diblokir, Blatter Tersangka?

Rabu, 27 Mei 2015 23:27 WIB
Editor:
 Copyright:

Pihak berwenang Swiss bekerjasama dengan FBI serta Jaksa Agung Amerika Serikat untuk membongkar praktek korupsi dan suap di dalam tubuh FIFA. 

Salah satu cara yang ditempuh ialah dengan memblokir rekening resmi FIFA untuk kemudian akan diselidiki aliran dana tersebut. 

Seperti dilansir latimes.com, ketiga otoritas keamanan tersebut akan terus bekerjasama hingga kasus suap yang kabarnya mencapai angka 150 juta dollar tersebut terungkap. 

Departemen Kehakiman Amerika Serikat sendiri mengatakan miliaran dollar yang masuk ke rekening FIFA memang patut dicurigai. 

Disebutkan 70% dari 5,7 miliar dollar total pendapatan yang didapat FIFA antara 2011 dan 2014 berasal dari kontrak media dan hal itu mengundang kecurigaan banyak pihak. 

Direktur FBI, James B Comey seperti dilansir nbcnews.com saat konfrensi pres mengatakan bahwa, "hak-hak komersial untuk semua turnamen yang diselenggarakan sejak 1993 hingga 2023 nanti diindikasi melalui suap," kata Comey. 

Baca Juga: 

FBI Sudah Lama Incar Sepp Blater dan Rekan

Ini Tuduhan Kepada Pejabat FIFA

6 Pejabat Tinggi FIFA Ditangkap Aparat Keamanan

Sementara itu dalam surat dakwaan yang dikeluarkan Jaksa Agung Amerika Serikat disebutkan bahwa korupsi dari sebuah organisasi atau perusahaan akan menjadi endemik dan harus diberantas. 

Terkait dengan keterlibatan presiden FIFA, Sepp Blater, Jaksa Agung Amerika Serikat, Loretta Lynch mengatakan bahwa proses sedang berjalan, 

"Saya tidak bisa berkomentar lebih lanjut soal status Mr Blatter," kata Lynch. 

Namun Lynch menegaskan bahwa penyelidikan terkait kasus ini tidak berhenti sampai pada penangkapan pejabat petinggi FIFA tersebut karena menurut Kelly praktek ini sudah dilakukan FIFA selama bertahun-tahun. 

"Mereka melakukan ini berulang-ulang. Tahun demi tahun. Turnamen setelah turnamen," kata Lynch. 

Sementara situs resmi FIFA menyebutkan bahwa FIFA siap untuk saling bekerjasama dengan otoritas terkait menghadapi kasus yang sangat mencoreng sepakbola internasional ini. 

1