BOPI: Tuntutan Persipura Bukan Domain Kami

Kamis, 28 Mei 2015 19:50 WIB
Penulis: Binsar Marulitua | Editor:
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Ketua Umum BOPI, Noor Aman. Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Ketua Umum BOPI, Noor Aman.

Noor Aman selaku ketua umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), menyesalkan anggapan bahwa permasalahan kegagalan Persipura Jayapura berlaga di AFC akibat kelalaian kinerja tim nya yang tidak mengetahui prosedur mekanisme pertandingan sepakbola internasional.

"Permasalahan pemberian visa on arrival itu bukan domain kami, termasuk langkah me lobi ke AFC dan FIFA mengadakan pertandingan ulang, tapi kami akan bantu supaya komunikasi cepat berjalan dan berbicara ke Menpora," jelas Noor Aman.

Senada dengan penjelasan ketua BOPI, Heru Nugroho juga memberikan klarifikasi yang sama. menurut Heru ada ada unsur kesengajaan Pahang FA untuk memenangkan laga tanpa pertandingan.

"Kami tidak mengerti apa yang diinginkan pihak PSSI, dimana bisa menjamin masuk tanpa Visa. Lebih dari itu, saya juga melihat ada unsur kesengajaan Pahang FA. Karena bagaimana bisa berpikir bisa masuk ke suatu negara tanpa mengetahu syarat standar internasional,permasahan intinya bukan pada kami sebagai pemegang hak dan kewenangan" jelas Heru.

Terhadap tudingan masyarakat dan elemen Papua yang menuduh BOPI "cuci tangan", dan menjegal langkah Papua sangat tidak masuk akal, karena semua tuntutan bukan di domain BOPI.

"Kami merasa diserang, Bukan domain kami untuk merekomendasikan tuntutan Persipura termasuk mencabut SK Menpora, kami hanya bantu secepatnya menjelaskan kejadian hari kepada Menpora dan membantu berkomunikasi dengan Imigrasi, jika dibutuhkan kami akan koordinasi termasuk dengan AFC dan FIFA," tandas Heru

1