Jibril Rajoub yang menjabat Presiden asosiasi sepakbola Palestina menyerukan suara di kongres FIFA ke 65. Ia meminta FIFA untuk mendesak PBB agar memberi hukuman kepada Israel yang bertindak rasis karena menduduki sejumlah wilayah Palestina di tepi barat dan memaksa sejumlah tim sepakbola diwilayah itu untuk bermain di liga Israel.
Seperti dilansir nytimes.com, Rajoub mengatakan, "Saya pikir sudah waktunya untuk memberi 'kartu merah' untuk rasisme, penghinaan dan diskriminasi di Palestina," kata Rajoun sambil menarik kartu merah dari sakunya.
Baca juga:
Ketum FA Pesimis Blatter Bawa FIFA Lebih Baik
Blatter Janji Bawa FIFA Lebih Baik
Sepp Blatter Terpilih Lagi jadi Presiden FIFA
FIFA dan PSSI Tidak Transparan
Diduga Korupsi, Blatter Masih Dapat Dukungan
Ditambahkan Rajoub, situasi di Palestina lebih buruk dibandingkan situasi rasisme di Afrika Selatan medio 90an. Komite baru FIFA usai Blatter kembali terpilih baru akan memantau komitmen Israel menghapus tindakan rasisme dari sepakbola.
Selain itu, komite ini menurut Blatter juga akan memutuskan nasib lima tim sepakbola yang berada di wilayah tepi barat. Keputusan dari komite FIFA terkait kasus Israel-Palestina baru akan keluar pada pekan depan.
Upaya Palestina untuk mendesak FIFA agar menghukum Israel karena tindakan rasisme mereka sebenarnya sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir. Namun Blatter masih belum memberikan keputusan tegas terkait masalah ini. Menjadi ironis, karena satu sisi FIFA selalu menyebut, 'Let's Kick Racisme Out Of Football'.