Mulai dari dana operasional tim, downpayment pelatih dan pemain, gaji pemain, akomodasi dan transportasi away QNB League, biaya turnamen pramusim dan lainnya, Sriwijaya FC mengunakan dana talangan.
Hal itu terpaksa dilakukan karena para sponsor Sriwijaya FC belum juga mencairkan dananya."Kita mendesak para sponsor untuk segera mencairkan dana," kata Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex.
Para sponsor tradisional seperti Bank SumselBabel, PT BA dan PDPDE masih terus ditunggu pencairan dana sesuai janji awal musim.
"Sebagai perusahaan mencari makan di Sumsel dengan kondisi ini tidak ada pengurangan dana, angkanya tetap sesuai kesepakatan," jelasnya.
Bila sponsor ini telah mencairkan dananya maka manajemen akan berusaha membayar dana talangan secepatnya.
Manajemen telah mendesak pencairan dana dilakukan karena ini telah memasuki bulan Juni.
Sementara pengeluaran terus berjalan, karena Sriwijaya FC masih tetap eksis. Untuk eksistensi ini maka Manajemen tetap harus membayarkan gaji pemain meski tidak 100 persen.
Pemain Sriwijaya FC sebanyak tiga pemain dan dua pelatih dibayar 10 persen dari gaji normal sementara 18 pemain, pelatih fisik, asisten pelatih, pelatih kiper dibayar 25 persen.