Sekretaris Olahraga Inggris, John Whittingdale menyatakan negaranya siap menggelar Piala Dunia 2022 jika diminta. Pernyataan Whittingdale ini dikeluarkan menyusul penyelidikan atas dugaan penyuapan dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia yang dilakukan otoritas keamanan Swiss dan FBI.
"Jika FIFA datang dan meminta kami untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, kami siap dan mampu. Kami memiliki fasilitas di negara ini," katanya seperti dilansir BBC.
Namun demikian, hal ini tampaknya agak sulit terlaksana mengingat Rusia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Berdasarkan aturan FIFA, penyelenggaraan Piala DUnia tidak bisa diselenggarakan di satu benua yang sama secara berturut-turut.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron mendukung pernyataan Whittingdale tersebut. Namun Cameron menekankan prioritasnya saat ini adalah pembersihan di tubuh FIFA.
Kontroversi penyelenggaraan Piala Dunia di kedua negara tersebut mencuat setelah penangkapan sejumlah pejabat FIFA atas dugaan tindak korupsi dan pencucian uang yang disusul pengunduran diri Presiden FIFA, Sepp Blatter.
Dugaan adanya praktek korupsi dan penyuapan dalam penunjukkan tuan rumah Piala Dunia ini diperkuat oleh pengakuan mantan Komite Eksekutif FIFA, Chuck Blazer. Dia mengaku telah menerima suap untuk memilih Prancis dan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 1998 dan 2010.