Ferguson menganggap Gill mampu mengemban tugas sebagai presiden FIFA. Gill, menurut Ferguson, memiliki syarat yang dibutuhkan untuk memperbaiki FIFA yang tengah diterpa dugaan suap dan korupsi.
“David memiliki kapasitas yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan pada sepakbola dunia setelah muncul dugaan suap dan korupsi,” kata Fergie—sapaannya. “Tak perlu dipertanyakan lagi, dia adalah pengelola sepakbola terbaik di Inggris.”
Ferguson sudah mengenal betul Gill yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden FIFA. Gill bergabung dengan MU pada 1997 sebagai direktur keuangan klub. Berselang tiga tahun, Gill dipromosikan sebagai wakil presiden eksekutif, lalu menjabat sebagai presiden eksekutif pada 2003.
Lulusan University of Birmingham itu kemudian ditunjuk sebagai dewan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) pada 2006. Kemudian, Gill menjadi anggota Komite Eksekutif UEFA pada 2013, dan anggota Komite Eksekutif FIFA pada Maret lalu.
Gill dikabarkan menolak Blatter untuk kembali maju dalam pemilihan presiden FIFA pada April lalu. Pria 57 tahun itu tidak hadir dalam rapat Komite Eksekutif FIFA setelah Blatter terpilih lagi. Hingga kini, belum ada kandidat kuat pengganti Blatter.
Ferguson mengutarakan bahwa Gill adalah sosok yang jujur dan suka berterus terang. “Dia memiliki pengetahuan sepakbola yang luas. Itu adalah kualitas langka yang tak dimiliki FIFA saat ini. Dia juga pandai berbicara,” ujar Ferguson.
Blatter sendiri sudah memutuskan mundur dari jabatanya pada 3 Juni lalu. Kabarnya, FIFA akan menggelar Kongres Luar Biasa Komite Eksekutif pada bulan Juli mendatang, dan pemilihan presiden akan dihelat pada 16 Desember.
1.3K