Beberapa pekan lalu, dunia sepakbola Internasional dikagetkan dengan tertangkap para pejabat tinggi FIFA di Zurich, Swiss atas dugaan korupsi dan penyuapan.
Tak lama berselang, Sepp Blatter yang kembali terpilih sebagai presiden FIFA memilih untuk mengundrkan diri. Alasannya? masih tanda tanya besar. Apakah bentuk pertanggungjawabannya atas kasus tersebut atau upaya menyelamatkan diri karena tuduhan semakin mengarah kepada dirinya.
Ingin Tahu Perkembangan Copa America 2015, klik di sini.
Di kondisi seperti itu, Federasi sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL) tetap menjalankan agenda mereka untuk menghelat Copa America 2015 di Chile, meski tuduhan korupsi di FIFA kabarnya juga berkaitan dengan kasus penyuapan pemilihan tuan rumah Copa America 2015
Pihak berwenang di Amerika Serikat yang menyelidiki kasus ini menyebut bahwa aliran uang kotor juga termasuk dalam penunjukan Chile sebagai tuan rumah Copa America 2015. Selain itu ada juga dugaan penggelapan uang hak siar televisi untuk Copa America 2015.
Salah seorang profesor, Eduardo Santa Cruz dari University of Chile sempat mengatakan bahwa berlangsungnya Copa America di Chile harusnya tidak terwujud mengingat banyak hal kontroversial yang melekat di penyelenggaraan Copa America 2015.
Seperti dilansir nytimes.com kasus korupsi FIFA juga disinyalir melibatkan presiden federasi sepakbola Chile, Sergio Jadue dan beberapa pejabat lainnya. Kabarnya pihak berwenang Amerika Serikat akan menangkap para pejabat tinggi ini.
Wajib Baca
8 Olahragawan Miliki Koleksi Jet Pribadi
(VIDEO) Ini Olahraga Andalan Model Pakaian Dalam
Ini Harga Tiket Sriwijaya Jamu Diego Costa Cs
10 Pemain 'Brutal' di Liga Primer Inggris
8 Pesepakbola Seksi di Piala Dunia 2015
Selain itu ada juga masalah lain di kubu tuan rumah. Chile sebagai negara dunia ketiga, kondisi sosial ekonomi Chile sudah dirudung masalah.
Sama seperti saat Brasil jadi tuan rumah, sejumlah aksi demonstrasi terjadi disela-sela kompetisi berlangsung. Kabarnya pada Selasa 09/06/15 lalu, sejumlah tenaga pendidik di Chile lancarkan aksi demo. Tuntutan mereka ialah perbaikan kondisi ekonomi mereka.
Meski begitu para tenaga pendidik ini tak mau dikaitkan jika aksi mereka hampir mirip dengan aksi demo di Brasil pada 2014 lalu,
"Kami tidak memiliki masalah dengan Copa America," kata salah satu perwakilan para tenaga pendidik ini.
Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain