Bicara level klub tidak ada yang meragukan kehebatan seorang Lionel Messi namun berbeda jika kiprah Messi di timnas Argentina. Kehebatan Messi diklub memang tak seiring sejalan dengan pencapaiannya di level negara. Anomali seorang Lionel Messi di Argentina. Ingin Tahu Perkembangan Copa America 2015, klik di sini.
Lionel Messi pertama kali mendapati kegagalan di level negara ialah saat hanya mampu membawa Argentina U-20 finish di peringkat ketiga Youth Championship di Kolombia beberapa tahun silam. Kegagalan itu kemudian memang dibayar tuntas saat event yang sama pada 2005, ia mampu membawa Argentina sebagai juara.
Baca Juga:
(Galeri) Menanti Aksi Fans Seksi Ini di Copa America 2015
Profil Tim Copa America 2015: Bolivia
Profil Tim Copa America 2015: Argentina
(Galeri) Pesona Wags Latin di Copa America 2015 (Jilid I)
Profil Tim Copa America 2015: Ekuador
Profil Tim Copa America 2015: Chile
Profil Tim Copa America 2015: Meksiko
Dari situlah publik Argentina merasa titisan Diego Maradona telah lahir. Ia pun mulai memulai debutnya di level senior di usia 18 tahun pada 17 Agustus 2005 saat Argentina melawan Hungaria. Miris untuknya masuk di babak kedua, ia hanya bermain 2 menit, Messi mendapat kartu merah karena wasit saat itu, Markus Merk menganggap Messi menyikut dengan sengaja pemain Hungaria. Kabarnya Messi menangis di ruang ganti saat diusir Merk.
Debut sang megabintang yang 'sempurna' di level timnas, sepertinya 'kutukan' Messi di timnas bermula dari laga debutnya. Selang satu tahun kurang, Messi kemudian membukukan gol perdananya untuk timnas Argentina yakni pada 1 Maret 2006, gawang Kroasia menjadi gawang pertama yang mampu dijebol Messi saat berseragam tim Tango.
Keputusan sedikit kontroversia muncul saat ia dipanggil oleh Jose Pekerman masuk timnas Argentina di Piala Dunia 2006. Pasalnya Messi saat itu baru saja sembuh dari cedera dan tidak tunjukan permainan bagus bersama klubnya, Barcelona di musim itu. Permainan Messi di Piala Dunia 2006, biasa-biasa saja. Tidak menonjol. Ia bahkan menonton dari bangku cadangan saat Argentina dikandaskan Jerman di babak perempatfinal.
Di 2007, Messi sedikit lebih baik membawa Argentina. Perhelatan Copa America, Messi mampu mengantarkan Argentina hingga partai final. Messi yang selama laga sebelum final mendapat puja puji karena permainannya seolah tak mampu bicara banyak di laga fina;l. Argentina keok 0-3 atas Brasil.
Keinginan Messi untuk menjadi yang nomor satu, terbayar kala mengantarkan Argentina meraih medali emas ajang Olimpiade 2008. Namun sekedar ajang Olimpiade dimana banyak negara kuat tidak mengirimkan pemain terhebatnya.
Di Piala Dunia 2010, kembali Messi hanya sanggup mengantarkan Argentina ke babak perempatfinal. Argentina angkat koper usai dibantai 0-4 oleh Jerman. Perempatfinal sepertinya langganan Messi untuk Argentina, di Copa America 2011, Argentina pun kandas di babak perempatfinal.
Pada Piala Dunia 2014, Argentina kembali gagal. Meski mereka mampu maju ke babak final, prestasi bagus sejak 1990. Messi dan kawan-kawan yang mampu singkirkan Belanda dengan skor 4-2 di semifinal, melaju ke partai puncak. Namun sayang, di laga pamungkas,tim Tango harus memupus harapannya untuk menjadi yang terbaik. Jerman kalahkan Argentina 1-0. Pupus sudah harapan Messi mengangkat gelar Piala Dunia di tanah Brasil.
Kali ini di Copa America 2015, mungkinkah kutukan Messi di level negara akan terulang? tanda itu sudah muncul kala Argentina yang sempat unggul 2-0 justru harus puas dengan poin 1 usai Paraguay mampu menyamakan kedudukan.
Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain