Tepat hari ini, Senin (15/6/15), Vladimir Vujovic memutuskan untuk tak lagi membela Persib Bandung. Ketidakjelasan kompetisi di Indonesia menjadi salah satu alasannya.
Setelah melakukan pertemuan dengan Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Risha Adhi Widjaya, di Graha Persib, Sulanjana Bandung, kesepakatan yang dilakukan akhirnya terlaksana. Stoper berkebangsaan Montenegro ini bersepakat untuk tak lagi berseragam Persib.
“Saya sudah resmi memutus kontrak bersama klub. Dan kedua belah pihak sudah membuat kesepakatan. Saya rasa sekarang tidak memiliki ruang disini (Indonesia),” kata pemain yang akrab disapa Vlado saat ditemui di Graha Persib, Sulanjana.
“Tidak ada liga, dan belum tahu kapan akan mulai kembali. Tidak ada yang bisa menjamin apakah September jadi atau tidak,” tandasnya.
Keputusan ini, kata Vlado merupakan keputusan yang sangat berat. Namun, dirinya tidak bisa menunggu lebih lama lagi, sebab pemain yang turut mengantarkan Persib juara Liga Super Indonesia (LSI) musim 2014 ini memiliki keluarga.
“Saya harus memikirkan keluarga saya dan tentang masa depan saya juga. Jadi, ini momen sulit bagi saya,” ungkapnya.
“Tapi, disamping itu juga jadi momen yang bagus karena semua mempunyai kenangan yang positif tentang saya, karena musim lalu bisa memberikan trofi dan musim ini berada di papan atas meski liga berhenti,” tuturnya.
Meski begitu, bek bertubuh jangkung ini mengaku belum mengetahui kemana dia akan singgah.
“Masa depan saya belum tahu, bulan lalu mungkin saya bisa bermain di Malaysia atau Vietnam, tapi sekarang tidak ada negara yang transfer window-nya masih dibuka. Mungkin saya mencari klub di Timur Tengah sana seperti Lebanon,” katanya.
Namun, lanjut Vlado, jika dirinya belum memiliki klub, besar kemungkinan akan kembali membela Persib Bandung.
“Mungkin jika liga mulai September dan saya tidak menemukan klub selama 30 hari, dan klub menginginkan saya lagi itu akan dipikirkan. Tadi dalam pemutusan kontrak dikatakan jika Persib membutuhkan, itu akan menjadi opsi pertama buat saya. Tapi kita tidak pernah tahu dan tidak bisa berkomitmen sekarang,” pungkasnya.