Mafia Sepakbola

Bandar Malaysia Rusak Sepakbola Indonesia

Rabu, 17 Juni 2015 19:24 WIB
Editor:
 Copyright:

Hal itu dikemukakan oleh Gunawan pelatih dari klub divisi utama, Persipur Purwodadi, "Divisi Utama 50%-nya telah dirusak oleh bandar-bandar dari Malaysia," kata Gunawan saat konfrensi press 'Testimoni membongkar mafia bola' bertempat di Senopati, Jakarta. 

Ditambahkan Gunawan, pengalaman klubnya saat akan bertanding di divisi utama ditawari uang sebesar 400 juta/laga. Uang itu dipecah untuk seluruh official klub dimana pemain mendapat 10/15 juta per pemain. Gunawan menyebut hal itu terjadi pada 2013 lalu. 

Ketidakprofesionalan klub menjadi pangkal mengapa mafia merajela di divisi utama. Gunawan mengatakan, di divisi utama banyak klub yang secara keuangan kolaps, mereka harus memutar cara untuk bisa mendapatkan dana untuk satu musim kompetisi. Namun dengan lihainya para bandar memberi suntikan dana untuk pembentukan tim untuk satu musim kompetisi. 

"Lalu ada kontrak dari si bandar, kami menyiapkan pemain, uang langsung diberikan dan pengaturan skor pun terjadi," kata Gunawan. 

Terkait dengan cara si bandar memberikan dana, Gunawan menyebut para mafia ini merupakan mafia profesional yang tidak pernah memberikan dana dalam bentuk transfer. 

"Uang cash selalu diberikan bandar ke klub," kata Gunawan. 

611