Mafia Sepakbola

Mantan Pelatih Persegres Pernah Ditawari Atur Skor

Rabu, 17 Juni 2015 20:51 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
 Copyright:

Agus Yuwono menyatakan dirinya pernah ditawari uang ratusan juta dalam permainan kotor pengaturan skor. Agus mengaku dirinya sampai tiga kali ditawari untuk melakukan pengaturan skor, namun semuanya ia tolak.

Tawaran pertama datang saat dirinya menjadi pelatih klub Divisi Utama, Persidafon Dafonsoro, Jayapura. Dua tawaran lainnya terjadi saat dia menukangi klub Indonesia Super League (ISL) Persegres Gresik United. Kala itu Agus didekati seorang bandar saat pertandingan Persegres vs Persik Kediri, dan saat Persigres vs Barito Putera.

“Dari karir sepakbola saya selama ini, tiga kali saya pernah ditawari pengaturan skor," ucap Agus.

"Pada tahun 2012, saat saya melatih Persidafon sebelum melawan Persiwa Wamena. Sehari sebelum pertandingan, saya dihampiri seseorang yang menawarkan nilai Rp150 juta dan imbalannya dia minta skor 3-0 atau 3-1,” sambungnya.

Agus mengaku saat itu dirinya enggan menerima tawaran tersebut. Dia pun meneruskan tawaran tersebut pada pihak manajemen klub dan Bupati, namun juga tidak menemukan titik temu. Agus pun mengatakan pada sang bandar agar bermain natural. 

“Sebelum pertandingan ditambah Rp 50 juta lagi dan tetap ingin kemenangan 3-0. Sampai akhirnya saya menyampaikan sudahlah main wajar saja, menang ya menang, kalah ya kalah. Akhirnya pertandingan pun berakhir kalah 1-0, itupun karena pinalti,” kata Agus menjelaskan.

Kejadian serupa dia alami dua kali saat dirinya menjadi pelatih Persegres Gresik United. Agus menceritakan, dia datangi orang asing yang menawarkan Rp200 juta saat timnya akan berhadapan dengan Persik Kediri.

"Saya didatangi orang asing juga, ditunjukan uangnya Rp 200 juta, itu asal mau ngikutin bandar (minta hasil imbang). Tapi saya tidak mau karena pertandingan pertama di kandang. Seusai pertandinngan hasilnya sesuai bandar 1-1. Saya marah sama si penghubung ini, kamu apakan tim saya, dia bilang kan sudah diatur semua,” tutur Agus.

Tawaran kedua saat melatih Persegres terjadi saat Persegres menghadapi Barito di kandang. Masih sama seperti tawaran sebelumnya, Agus ditawari Rp200 juta untuk hasil seri yang harus diperoleh timnya.

“Saat itu, hasil juga sama, imbang 2-2. Dari sini saya menyadari bahwa sudah ada pengaturan dan sebagainya. Walaupun saya tidak melakukan, saya juga jadi korban pemecatan,” pungkas Agus.

1