Kelompok astronom dari University of Lisbon di Portugal dan Observatorium Leiden Belanda mengumumkan bahwa mereka telah menembukan bintang baru di galaksi yang sebelumnya tidak diketahui.

Galaksi yang lantas diberi nama CR7 terdiri dari helium hidrogen. Keberadaan galaksi baru ini dinilai penting karena disinyalir dapat menciptakan kehidupan di alam semesta.
Galaksi ini tercipta dari ledakan bintang-bintang di alam semesta lalu melahirkan elemen termonuklir di mana bintang-bintang baru tersebut mengeluarkan karbon, oksigen, dan besi - unsur-unsur yang kemungkinan dapat menciptakan planet baru dan tentunya kehidupan baru.
Dr David Sobral dari Universitas Lisbon di Portugal yang memimpin penemuan ini mengatakan bahwa nama galaksi dinamai Galaxy CR7 - singkatan Cosmos Red 7 atau CR7. Menurutnya, julukan ini sekaligus terinspirasi oleh Cristiano Ronaldo, yang dikenal dengan julukan CR7.