Chile dan Bolivia bersaing memperebutkan status siapa yang keluar sebagai juara grup. Tanpa ampun, Chile memborbardir gawang Bolivia lewat torehan dua gol Charles Aranguiz, Alexis Sanchez, Gary Medel, dan gol bunuh diri Ronald Raldes. Chile merebut posisi satu Grup A dengan koleksi tujuh poin, hasil dari dua menang dan sekali imbang.
Kemenangan itu membuat Sampaoli puas. Namun, pelatih berkepala plontos itu mewanti-wanti anak asuhnya untuk mempertahankan performa saat menghadapi Bolivia.
“Satu-satunya kesempatan yang kami miliki adalah bermain dengan cara seperti ini untuk mengalahkan tim-tim besar. Saya tidak melihat cara lain bagi Chile untuk disamakan dengan tim perempat final lain, jika kami tidak mempertahankan tingkat intensitas,” kata Sampaoli.
La Roja tampil mendominasi di sepanjang pertandingan. Menurut WhoScored.com, Chile mencatat 67 persen penguasaan bola dan melepaskan enam tembakan tepat dari 18 kali percobaan. Sementara Bolivia hanya melepaskan satu tembakan tepat dari lima upaya.
Di babak perempat final, Chile akan menghadapi salah satu tim terbaik peringkat ketiga grup, 25 Juni memndatang. Dari lawan-lawan yang ada, Chile berpeluang bertemu tim besar seperti Uruguay, Brasil, atau Kolombia.
“Kami memikirkan tentang bagaimana cara mengalahkan lawan berikutnya. Kami akan mencoba untuk memenangi pertandingan selanjutnya,” ujar pelatih berpaspor Argentina itu.
Sampaoli tentu bertekad membawa Chile menjadi juara di hadapan publik sendiri. Hingga saat ini, Chile belum pernah merebut trofi Copa America. Prestasi terbaik mereka adalah menjadi runner-up sebanyak empat kali (1955, 1956, 1979, dan 1987).
639
Copa America 2015