Kubu Persela berharap roda kompetisi kembali berjalan normal, serta sanksi FIFA bisa dicabut, seperti ketika Indonesia Super League (ISL) 2015 berjalan. Dengan kompetisi kembali berjalan normal, maka pemain asing dapat berkiprah kembali sehingga kualitas pertandingan juga meningkat.
Nah, untuk komposisi pemain asing ini, jika kompetisi benar-benar diputar, Persela berharap kuotanya sama atau berkurang dibandingkan ISL 2015. Pada musim lalu, Persela menggunakan tiga pemain asing. Yakni, Pedro Javier, Balsa Bozovic dan David Ngon Pagbe. "Sebenarnya, kalau bisa tetap tiga pemain asing untuk kompetisi berikutnya," harap asisten pelatih Persela Didik Ludianto.
Sepanjang perhelatan ISL, sempat terjadi kuota pemain asing sebanyak lima orang dalam satu tim. Kemudian ada regulasi baru, sehingga tiap klub bisa merekrut empat pemain asing tapi dimainkan tiga orang. Terakhir pada ISL 2015, kuota pemain asing menjadi tiga orang.
"Namun yang lebih bagus adalah kuotanya berkurang jadi hanya dua pemain asing. Dengan begitu, maka pemain lokal bisa dimaksimalkan. Selain itu, potensi pemain muda juga bisa dimunculkan tim-tim kontestan," tegas Didik.
Penghapusan kuota pemain asing sejatinya akan diterapkan pada musim kompetisi 2015. Yakni di kompetisi Divisi Utama. PSSI bersama PT Liga Indonesia (PT LI) memperketat kuota pemain asing di Divisi Utama dengan keputusan klub-klub tanpa pemain asing sampai beberapa musim yang akan ditinjau kembali.
Kendati demikian, berapapun kuota pemain asing nantinya, Didik berharap kompetisi Indonesia semakin berkualitas dan pemain lokal, termasuk dari Laskar Joko Tingkir, mampu memberi 'roh' sepakbola Tanah Air. "Makanya, semuanya bisa terwujud ketika Kemenpora dan PSSI bisa bertemu dan membenahi sepakbola Indonesia," pungkas pelatih berlisensi B AFC ini.
1K
Ini Harapan Persela untuk Kompetisi Mendatang
© Fajar Kristanto/INDOSPORT