Maman Abdurrahman kembali menginjakkan kakinya di bumi Sriwijaya. Dia datang dalam laga persahabatan antara Sriwijaya FC menghadapi tim Starball.
Kembali bermain di Stadion Jakabaring, ternyata membawa kenangan tersendiri bagi pemain yang memiliki tinggi 174 cm ini. Bagaimana tidak, dia teringat bagaimana saat dirinya tengah cedera namun tidak mendapat biaya kompensasi pengobatan.
"Gaji saya memang dibayar dengan biaya kompensasi lainnya. Namun biaya berobat tidak saya terima," ucap ia.
Maman yang kala itu dibekap cedera lutut yang tak kunjung sembuh memang akhirnya dipecat oleh manajemen Sriwijaya FC.
Dengan pengalaman ini pun membuat Maman menilai bermain bersama Sriwijaya merupakan pengalaman terburuk dirinya dalam karier sepakbola.
"Dari 15 tahun karier sepakbola saya, bergabung bersama Sriwijaya FC merupakan pengalaman terburuk saya. Namun saya tidak akan memandang ke belakang lagi. Saya akan move on menatap masa depan," tandas ia.