Diselingi masalah teknis yang masih belum jelas mengenai turnamen Kemerdekaan, lontaran pernyataan dengan nada keras ini sontak keluar dari Imam Nahrawi ketika wartawan menghadang untuk mengklarifikasi beberapa permasalahan sepakbola nasional.
Menurut Menpora, tindakan sahabatnya itu tidak mencerminkan wibawa dan hanya membuat suasana bertambah keruh.
“Ini hanya cara dirinya untuk cari panggung, kalau memang dia bisa buktikan rekaman dibuat di kantor Menpora, semestinya dia bisa bongkar mafia sepakbola selama ini. Terlebih, dia pernah menjabat sebagai Menpora dan punya andil dalam membongkar ini,” ucapnya.
Menyambung penjelasannya, mengenai mafia sepakbola yang meneror sepakbola Indonesia, mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini bertambah nyeleneh dengan pandangan leluconnya.
“Menurut hemat saya, pak Roy Suryo jangan mau menari digendang orang lain, kita semua jangan menutup mata dan harus melek dengan kenyataan. Mafia bola sudah lama ada,” tambahnya.
Akan tetapi dipuluhan mata media, Menpora mengklarifikasi dan tidak mengetahui wacana perihal rekaman telepon yang dibuat di kantor Menpora lantai 3.
“Saya tidak mengetahui permasalahan telepon dibuat di ruang Kemenpora, saya tegaskan untuk tetap memberantas mafia bola,” tuturnya.
Sebelumnya, Alfitra salam selaku Sesmenpora membenarkan kalau rekaman dibuat di lantai 3 kantor Kemenpora. Akan tetapi, Alfitra menjelaskan bahwa rekaman itu tanpa rekayasa dan bertujuan untuk membuktikan secara langsung percakapan dengan mafia bola tersebut.