Kendati sudah membuat gebrakan dengan meyakinkan para klub Divisi Utama Liga Indonesia untuk bergabung dalam event yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut. Ternyata masih ada kendala utama yang masih belum terselesaikan, yaitu Tim Transisi belum menemukan promotor yang layak sesuai kriteria.
"Kami sudah banyak melakukan bidding, akan tetapi kami masih terkendala dengan promotor. Promotor yang mengajukan permohonan tidak kuat secara finansial. Tentunya kami harus sangat hati-hati," jelas Tommy kepada rekan-rekan media.
Lebih lanjut, Tommy mewakili Tim Transisi agar tidak sendirian melakukan bidding. Ia juga telah meminta kerja sama dengan pihak BOPI untuk menentukan standar verifikasinya.
"Kami tidak sendiri, kami bekerja sama dengan BOPI. Karena BOPI punya standar verifikasi, jadi kami tidak perlu bekerja dua kali. Akan tetapi dari rata-rata promotor kualifikasi finansialnya tidak sampai 50 persen. Kami harus sangat memilih karena promotor adalah pihak yang menjamin dalam penyelenggaraan sampai selesai," tambah pria yang akrab menggeluti dunia artis ini.
Tidak hanya itu, pria 30 tahun tersebut juga menjelaskan, nantinya Tim Transisi hanya bertugas sebagai pengawas, Timnya akan membentuk Even Organizer (EO) untuk beberapa tugas yang tidak bisa secara langsung dikerjakan.
"Kami akan bentuk lagi panitia nasional untuk bekerjasama dengan Event Organizer (E0) karena ada beberapa pekerjaan yang kami tidak bisa turun langsung, jadi tugas pokok kami hanya mengawasi," tambahnya.