Dialog yang dihadiri beberapa elemen kelompok suporter dari sejumlah klub, semula membahas mengenai keluh kesah dan evaluasi terhadap kompetisi ISL satu periode kebelakang berdasarkan tanggap suporter.
Richard yang dalam hal ini mewakili kelompok suporter Persija Jakarta, semula mengapresi sikap positif terhadap diskusi ini.
“Prinsip acara edukasi yang bagus, apa yang selama ini abu-abu jadi terang benderang, semua suporter juga menyampaikan yang selama ini menjadi keluh kesah,” tegas Richard.
Hanya saja, dirinya sedikit mempertanyakan penggiringan opini Djamal Aziz selaku anggota Komite Eksekutif PSSI, yang sedikit memprovokasi dengan mengharapkan dorongan The Jak Mania menjadi motor dalam demonstrasi ke Kantor Kemenpora.
“Dalam diskusi suporter ini temanya, 'Suporter bertanya, PSSI Menjawab'. Akan tetapi saya didesak beberapa pertanyaan oleh Djamal Aziz sehingga sekarang temanya berubah, 'PSSI Bertanya, Suporter Menjawab’.” Jelas Richard.
Menambahkan penjelasannya terhadap sikap anggota Eksekutif PSSI tersebut, ia menyatakan pendapat bahwa The Jak Mania akan bertindak sesuai dengan koridor suara aspirasi suporter, tidak terpengaruh akan kebijakan ataupun permusuhan ke dua belah pihak yang terlibat konflik.
“Kami membawa nama baik Persija, jadi kami tidak akan bertindak sepihak,” tutupnya.