Insiden Rasial Mengemuka, Tuan Rumah Piala Dunia Rusia Dipertanyakan

Minggu, 19 Juli 2015 01:25 WIB
Penulis: Binsar Marulitua | Editor:
 Copyright:

Pada pertandingan pertama di musim baru Liga Rusia tersebut, gelandang  asal Ghana ini menjadi subyek ejekan-ejekan fans Spartak dengan menirukan suara yang menyerupai  kera.

Peristiwa memalukan ini terjadi  ketika laga memasuki  menit ke-31. Mantan pemain Arsenal itu diusir keluar lapangan setelah ia mengacungkan jari kepada para penonton sebagai reaksi baliknya.

"Ketika pertandingan dihentikan, para penggemar mulai menirukan suara 'kera' kepada saya," kata Frimpong setelah pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 itu.

Menyusul pengusirannya, Frimpong mempertanyakan kemampuan negara itu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 ketika insiden semacam ini masih saja terjadi.

"Panitia penyelenggara Piala Dunia Rusia 2018 mengutuk rasialisme dan diskriminasi dalam semua bentuk. Rasialisme tidak memiliki tempat di dunia modern, setidaknya di manapun di dekat lapangan sepakbola," katanya kepada salah satu media massa besar di Rusia.

Terhadap insiden ini, Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) meminta klarifikasi dan detail kronologi kejadian dari pertandingan tersebut.

"FIFA akan meminta detail-detail dari RFU perihal insiden ini," kata badan sepakbola dunia itu, seperti dilansir dari kantor berita Antara.

Lebih lanjut dalam pernyataanya, FIFA telah berkomitmen untuk menjalankan kesepakatan peraturan dimana sistem tersebut bertujuan untuk melawan diskriminasi sepakbola.

"Kami belakangan memperkuat perlawanan kami melawan diskriminasi di sepakbola dengan dikenalkannya sistem pemantauan anti diskriminasi yang baru untuk pertandingan-pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018," lanjut FIFA.

Akan tetapi FIFA masih mempercayai Rusia dapat berperilaku positif terhadap semua anggota komunitas sepakbola.

"Kami percaya diri bahwa Piala Dunia 2018 di Rusia, pada khususnya, dapat bertindak sebagai katalis untuk perubahan pola pikir dan tingkah laku positif untuk semua anggota komunitas sepak bola untuk tiga tahun mendatang,” tutur FIFA.

Sementara itu, Sekretaris jenderal RFU, Anatoly Vorobyov, mengonfirmasi bahwa organisasinya akan menyelidiki masalah ini dan berharap klub-klub akan mengimplementasikan sejumlah pendekatan untuk mencegah hal seperti ini terulang kembali.

"Piala Dunia 2018 di Rusia akan menjadi festival sepakbola yang hebat untuk para penggemar dan pesepakbola dari setiap sudut di dunia. Komite Disiplin RFU akan meninjau situasi dan apa yang terjadi," kata Vorobyov kepada Reuters.

371