Bantul dan Cilegon Tuan Rumah Piala Kemerdekaan, Bangkalan Terganjar Prasarana

Sabtu, 25 Juli 2015 16:06 WIB
Penulis: Binsar Marulitua | Editor: Randy Prasatya
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Anggoto Tim Transisi, Cheppy T Wartono. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Anggoto Tim Transisi, Cheppy T Wartono.

Dalam rencana menggelar Piala kemerdekaan, awalnya Tim Transisi hanya menetapkan empat tuan rumah dari empat grup yang sudah ditentukan. Di antaranya ‎Grup A di Medan, Grup B di Serang, Grup C di Solo, dan Grup D di Jawa Timur.

Namun sejalan dengan perminta dari klub-klub yang ada di Grup B dan C untuk menambah tuan rumah dalam menggelar pertandingan, Tim Transisi memutuskan untuk menambah ‎tuan rumah di Grup B dan Grup C. Penambahan ini guna mengakomodir keinginan dari klub-klub peserta.

Grup B yang rencana awal hanya menggelar turnamen di Serang, akhirnya berbagi dengan Cilegon. Sementara Grup C ditambah oleh Bantul, setelah sebelumnya ditetapkan hanya Solo yang menjadi tuan rumah.

"Kami mengakomodir permintaan supaya lebih meriah juga. Kemarin sudah ujicoba di Cilegon ternyata ramai juga. Lalu Bantul juga punya basis suporter yang besar. Jadi permintaan ini kami akomodir. Untuk Grup A dan Grup D tidak ada penambahan," kata Tommy Kurniawan, salah satu anggota Tim Transisi bidang Kompetisi.

Pada bagian lain, Gelora Bangkalan gagal menjadi homebase di Grup D dan digantikan dengan ‎Stadion Wilis, Madiun.

Digantinya Bangkalan lantaran minimnya sarana penunjang akomodasi peserta. Sehingga sangat tidak mungkin untuk menampung tim tamu yang berada di Grup D. Di samping itu panitia pelaksana di Bangkalan juga belum siap.

"Sebenarnya ini cuma masalah kesiapan kotanya saja, bukan masalah lain. Makanya diputuskan seperti ini," ucap Ketua Pokja Komunikasi Tim Transisi, Cheppy Wartono.

Cheppy menambahkan jika keputusan ini sudah melalui komunikasi dengan tuan rumah dan tim. Terlebih setelah melakukan survey langsung ke tuan rumah, Madiun pun dianggap lebih mumpuni untuk babak penyisihan.

“Tapi untuk babak delapan besar kemungkinan di Bangkalan. Itu jika Bangkalan lolos. Jika tidak kembali lagi di Solo," ujar Cheppy.

Piala Kemerdekaan yang semula akan dimulai pada 1 Agustus 2015 kemungkiran harus kembali mengalami penundaan seiring diadakannya Muktamar NU. Pengunduran hal tersebut disebabkan tidak ingin memecah konsentrasi media dalam meliput. Tim Transisi khawatir Piala Kemerdekaan kalah publikasi.

41