Eden Hazard memang kerap kali mendapat pelanggaran oleh lawannya ketika ia sedang memegang bola. Meski demikian, ia mengakui senang karena dapat melatihnya untuk meningkatkan kualitas permainannya sendiri.
Gelandang serang berusia 24 tahun ini tidak mempermasalahkan hal tersebut, meski dirinya mengakui mendapatkan rasa sakit.
Ia menyebutkan jika itu merupakan salah satu bagian dari tugasnya dan Hazard mengungkapkan agar berusaha tetap tersenyum ketika dirinya sedang dijegal.
"Kadang-kadang saya merasa sakit setelah pertandingan, saya ingin bola di kaki saya dan ketika saya mendapatkannya, saya mendapatkan banyak tendangan. Tetapi ini adalah sepakbola, Jika saya tidak bekerja dan melakukan pelatihan, para pemain bertahan akan membunuh saya, Ini bagian dari pekerjaan saya,” ujarnya seperti yang dilansir dari GIL.

"Jika wasit dapat membela saya, itu akan baik bagi saya karena mereka tahu sekarang bahwa saya mendapatkan banyak tendangan dan saya ingin dilindungi oleh wasit. Setiap kali saya merasa sakit, saya mencoba untuk tetap senyum di wajah saya, selalu senang,” sambungnya.
Pemain berkebangsaan Belgia ini membeberkan, jika dirinya mendapat pelanggaran terkeras di musim lalu, ketika ia menghadapi Phil Bardsley dari Stoke City.
"Salah satu (pelanggaran) yang terburuk musim lalu melawan Stoke, dengan Phil Bardsley. Ketika saya melihat videonya, itu gila! Saya hanya bermain. Saya selalu mengatakan setelah pertandingan bahwa, saya sudah banyak menerima tendangan, tetapi saya tidak peduli, saya hanya ingin mencetak gol," lanjutnya.
Gaya bermain Hazard kerap dibandingkan dengan bintang Barcelona, Lionel Messi dan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. The Blues pun bersemangat untuk mendorong bintangnya tersebut agar mencapai peforma seperti mereka.
"Jika saya ingin mencapai tingkat ini (Messi dan Ronaldo), saya harus mencetak 40 sampai 50 gol hanya untuk satu musim. Saya pikir musim lalu, saya mencetak gol 19. Mungkin itu baik tapi itu tidak cukup," tutupnya.