Asisten Wasit II yang memimpin jalanya laga tersebut, harus terkapar di tengah lapangan dan harus mendapatkan perawatan, akibat terkena lemparan dari seorang penonton.
Keributan terjadi bukan antar kedua suporter tim, melainkan penonton yang berada di tribun sisi timur Stadion Manahan Solo. Entah siapa yang memulai, setelah persitiwa lemparan yang mengenai asisten wasit itu, kericuhan pun tak dapat di reda.
Dalam pertandingan yang masih kedudukan sama kuat 0-0 ini, terpaksa pihak panitia pertandingan (panpel) Persis membubarkan pertandingan, padahal pertandingan kurang tiga menit berakhir.
“Ini sudah menjadi kesepakakatan kedua tim, jika pertandingan harus berakhir, karena situasi tidak kondusif,” jelas Ketua Panpel Persis, Herry Gogor Isranto.
Pria yang akrab disapa Gogor ini pun belum bisa mengatakan lebih jauh terkait awal mula insiden terjadi.
“Saya tidak tahu bagaimana awal kroniloginya, nanti kami akan mengumpulkan data terkait kerciuhan ini,” katanya.