Lika-liku perjalanan Terry di luar lapangan memang bukanlah mencerminkan sebuah kapten dan pemimpin. Namun, terlepas dari semua tindakan kontroversial tersebut, Terry tetaplah seorang bek tangguh yang menunjukkan totalitasnya saat berseragam Chelsea.
Kemampuannya mengawal lini belakang Chelsea dan Inggris tidak usah diragukan lagi. Pemain jebolan akademi West Ham tersebut pun yakin dirinya akan tetap dicintai, meski bermain untuk klub rival di Premier League.
“Saya yakin jika saya berada di tim mereka (klub rival), mereka akan mencintai saya di tim mereka karena saya salah satu pemain yang memberikan segalanya saat bermain. Sayang sekali banyak berita datang bersamaan dengan hal tersebut, tapi saya sudah terbiasa dengannya saat ini,” ungkap Terry di podcast Men In Blazers.
“Tapi saya termotivasi dari berita tersebut dan mengubahnya menjadi hal yang positif. Saya mendapatkan keuntungan karena sembilan dari 10 laga, jika saya tetap fokus dan tetap menjaga tim untuk fokus, kami keluar sebagai pemenang,” lanjutnya.
Selain itu pula Terry ingin dikenang sebagai pesepakbola yang baik jika kelak gantung sepatu. Pemain yang memberikan segalanya untuk klub yang dibelanya.
“Anda tidak ingin dibenci, dan itu yang Anda harapkan saat gantung sepatu. Anda hanya ingin berpikir sebagai pesepakbola yang hebat dan seseorang yang memberikan segalanya untuk klub yang dibelanya,” ujar Terry.
Jika mengingat usia Terry yang akan memasuki 35 tahun pada Desember nanti, bukan hal yang salah jika ia ingin melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan masa pensiunnya.