Terry hanya bermain 14 kali di Liga Primer Inggris selama musim 2012/2013. Dia juga melewatkan beberapa pertandingan penting Chelsea, termasuk final Liga Europa.
Menurunnya performa Terry di musim itu membuat Mourinho khawatir. Dia sempat berpikir bahwa karier Terry sudah habis. Namun Mourinho mengakui kalau Terry kini sudah kembali ke performa terbaiknya.
"Ketika saya datang, saya datang dengan tanda tanya: John yang mana yang akan saya temukan? Apa yang bisa dia lakukan? Bisakah dia meningkat? Bisakah dia menjadi seperti John yang saya tahu?," ujar Mourinho dalam wawancara dengan ESPN FC seperti dilansir oleh Mirror.
"Dan tahun lalu itu fenomenal. Fenomenal. Saya pikir musim terbaik," lanjut manajer asal Portugal itu.
"Jelas beberapa tahun lalu, dia 'menghilang'. Beberapa cedera, satu atau dua manajer yang berhenti percaya padanya di klub, mendatangkan bek lain yang mereka pikir akan jadi pengganti John."
Kekhawatiran Mourinho didasari oleh minimnya waktu bermain yang dicatat oleh Terry di musim sebelumnya, di mana Chelsea ditangani oleh Roberto Di Matteo dan Rafael Benitez, kapten The Blues itu jarang bermain karena sempat mengalami cedera lutut.
"Dan khususnya di musim sebelum saya datang, yaitu musim Rafael Benitez, saya pikir 'orang ini sudah habis' karena dia tidak bermain di final, dia tidak bermain di pertandingan-pertandingan besar. Saya pikir dia dalam masalah," katanya.
Pernyataan Mourinho ini sekaligus menambah daftar perselisihannya dengan Rafa Benitez. Sebelumnya mereka berdua terlibat psywar ketika istri Benitez menganggap kehadiran suaminya di Real Madrid sebagai perombak peninggalan Mourinho yang kacau balau di El Real.