Lionel Messi dikutuk oleh Badan Hak Asasi Manusia (Human Rights Foundation/HRF) karena dianggap telah memberikan dukungan terhadap rezim diktator Gabon, Ali Bongo. Bagi HRF, Messi telah berpesta dengan diktator.
Sebelumnya, Messi tertangkap kamera tengah bersama diktator Gabon, Bongo usai membantu meletakkan batu pondasi stadion baru yang rencananya akan digunakan pada final Piala Afrika 2017.
Messi juga sempat mengunjungi sebuah rumah sakit yang dikelola negara dan restoran yang dimiliki oleh keluarga Bongo.
Sementara itu, pemerintah Gabon membantah keras soal laporan bahwa Messi dibayar dengan uang dengan jumlah besar untuk melakukan kunjungan ke Gabon.
Pemimpin kontroversial Gabon itu dituduh telah melakukan kecurangan dalam pemilu di masa lalu, serta melakukan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penolakan untuk melakukan penyelidikan terhadap pembunuhan anak-anak.
“Dengan memberikan bantuan pencitraan untuk keluarga Bongo di Gabon, Lionel Messi dengan serius telah merusak kredibilitas yayasan amal yang ia miliki,” kata Presiden Human Rights Foundation, Thor Halvorssen.
“Sedangkan Messi mengaku mendukung hak-hak anak dan bahkan berperan sebagai duta Unicef untuk mempromosikan pendidikan anak muda. Messi telah mendukung rezim kleptokratis yang menolak untuk menyelidiki pembunuhan anak-anak atas motif ritual di Gabon,” jelasnya.
“Perjalanan Messi merupakan bagian dari kampanye keluarga Bongo untuk mempromosikan Piala Afrika 2017, yang mana Gabon akan menjadi tuan rumah dengan biaya yang sangat besar meskipun faktanya bahwa keluarga Bongo telah membuat 20 persen penduduk hidup dengan pendapatan kurang dari 2 dolar per hari,” tambahnya.
“Jika Messi ingin berbuat baik di Gabon, Human Rights Foundation merekomendasikan bahwa dari pada berpesta dengan penindas, lebih baik Messi merilis sebuah pernyataan solidaritas dengan para pembangkang dan menekan rezim untuk menyelidiki ritual pembunuhan anak,” tuntasnya.