Jokowi Nilai Hadiah Piala Kemerdekaan Terlalu Kecil

Jumat, 7 Agustus 2015 18:06 WIB
Editor:
© INDOSPORT/ Ratno Prasetyo
Zuhairi Misrawi. Copyright: © INDOSPORT/ Ratno Prasetyo
Zuhairi Misrawi.

Turnamen Piala Kemerdekaan gagasan Tim Transisi rencananya akan bergulir pada tanggal 15 Agustus 2015 nanti. Kejuaraan ini merebutkan total hadiah 1 miliar rupiah dengan rincian jumlah hadiah Rp500 juta bagi juara pertama, Rp300 juta bagi juara kedua, dan Rp200 juta bagi juara tiga.

Terkait jumlah hadiah bagi pemenang turnamen Piala Kemerdekaan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta agar jumlah hadiah bagi pemenang agar ditambah. Hal ini sebagai semacam kegembiraan dan harapan bagi klub-klub peserta Piala Kemerdekaan.

“Presiden juga menanyakan hadiah yang akan diterima oleh juara, kami sampaikan juara satu Rp500 juta, juara dua Rp300 juta, dan juara tiga Rp200 juta. Presiden bilang ini terlalu kecil dan meminta diubah hadiahnya juara satu Rp1.5 miliar, juara dua Rp1 miliar, juara tiga Rp750 juta. Ini emberikan semacam kegembiraan, dan harapan bagi klub. Selama ini mereka tidak menerima hadiah dari federasi saat mereka juara. Pokoknya dinaikan itu hadiahnya,” kata Zuhairi Misrawi selaku anggota Tim Transisi di kantor Kemenpora.

Masih menurut Zuhairi, Presiden juga menanyakan berapa jumlah match fee tiap pertandingan yang mencapai Rp50 juta. Dimana menurut Presiden Jokowi, angka Rp50 juta itu masih terbilang kecil dan meminta agar match fee ini juga ikut dinaikan. Namun, dengan banyaknya jumlah pertandingan, ini agak merepotkan dari segi finansial.

“Presiden nanya match fee-nya berapa, kita beritahu bahwa match fee-nya Rp50 juta. Presiden bilang ini terlalu kecil, tapi pas dikalikan besar. Kalau dinaikan agak merepotkan dari segi finansial, tapi Presiden menekankan hadiahnya dulu-lah yang dinaikan,” sambung Zuhairi.

Terkait jumlah hadiah yang dinaikan, Zuhairi menjelaskan bahwa ini adalah perintah Presiden dan Tim Transisi hanya melaksanakan apa yang diperintahkan Presiden, terlebih Menpora juga sudah menyetujuinya.

“Untuk hadiah pertandandingan, ini perintah presiden, kita hanya melaksanakan perintah Presiden, dan Menteri (Imam Nahrawi) setuju. Untuk hadiahnya itu dari sponsor, kita harus mencari sponsor lagi,” tukasnya lagi.

110