Sejak babak pertama digulirkan, kedua tim langsung menampilkan gaya khas dari Liga Primer Inggris, yakni permainan yang cepat dan keras.
Baik Chelsea maupun Swansea sama-sama memperagakan permainan menyerang di awal-awal pertandingan. Namun, The Blues yang tampil dihadapan pendukung sendiri dapat tampil lebih dominan dibandingkan dengan tamunya tersebut.
Saat pertadingan memasuki menit ke-10 Chelsea hampir saja memecah kebuntuan melalui serangan yang digencarkan oleh lini depan mereka.
Begitu pun dengan Swansea saat lima menit berselang melalui Bafetimbi Gomis. Beruntung penjaga gawang Chelsea, Thibaut Courtois sedang berada dalam peforma terbaiknya sehingga dapat mengantisipasinya dengan baik.
Sempat terjadi kontroversi ketika Chelsea melakukan serangan balik, dimana Diego Costa yang dijatuhkan di kotak terlarang tidak diindahkan oleh wasit untuk mendapatkan penalty.

Namun, Jual beli serangan tetap tak dapat terhindarkan. Hingga akhirnya, gelandang tim London Biru, Oscar berhasil mengubah papan skor menjadi 1-0 melalui tendangan bebasnya yang memukau.
Usai gol tersebut, pasukan Jose Mourinho ingin kembali mempercepat gol kedua mereka. Alih-alih ingin menggandakan kedudukan, mereka justru harus kebobolan di menit ke-29, melalui pemain anyar The Swans, Andre Ayew setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Chelsea. Skor berubah menjadi 1-1.

Gol penyeimbang dari Ayew tak lantas membuat Si Biru mengurangi serangan, sebaliknya mereka langsung melakukan serangan dari sisi kiri. Alhasil, mereka mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 setelah umpan dari Willian mengenai kaki dari bek Swansea, Federico Fernandez yang membuat bola masuk ke gawangnya sendiri.
Gol tersebut tampak membuat mental dari Swansea agak goyah, sebaliknya The Blues Chelsea justru semakin bersemangat untuk menambah pundi-pundi gol mereka.

Pada menit ke-36, Sigurdsson hampir menyamakan kedudukan menjadi 2-2 andai tendangannya tak dapat dihalau oleh Courtois. Hingga turun minum, skor 2-1 menjadi keunggulan milik tuan rumah.
Memasuki babak kedua, baik Chelsea maupun Swansea tampak menurunkan tempo permainan mereka, sambil sama-sama mencari ruang celah untuk menembak.
Nahas bagi tim tuan rumah, pada pertandingan pertama ini mereka harus kehilangan Thibaut Courtois yang menerima kartu merah di menit ke-52 usai mengganjar Gomis di kotak terlarang.

Bak sudah terjatuh tertimpa tangga, mungkin itulah kalimat yang tepat untuk Chelsea, karena mereka harus menerima keadaan menjadi 2-2 di awal pertandingan. Bafetimbi Gomis yang ditunjuk sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Chelsea yang harus menggantikan posisi penjaga gawang, akhirnya mengorbankan pencetak gol pertama mereka, Oscar untuk memainkan Asmir Begovic.
Unggul dalam jumlah pemain membuat The Swans berada diatas angin, mereka mampu mendominasi serangan dengan memanfaatkan pos yang kosong dari tim tuan rumah. Berkali-kali mereka mampu menggencarkan serangan, beruntung kiper pengganti Asmir Begovic sempat melakukan beberapa penyelamatan gemilang.
Pada menit ke-68, Gomis hampir mencatatkan namanya kembali di papan skor, sayang dirinya telah masuk dalam posisi offside, sehingga golnya pun dianulir oleh wasit.
Sementara tim Chelsea, mereka berusaha agar tidak tertekan dengan menutup peluang tamunya tersebut sambil beberapa kali mampu melakukan serangan balik.
Benar saja, pada menit ke-74, mereka hampir kembali mencetak gol melalui sepakan dari pemain bintang mereka, Eden Hazard. Namun, tendangan pemain asal Belgia ini dapat dihalau oleh wajah dari kiper Swansea, Fabianski.

Beberapa menit kemudian, Mourinho tampaknya tidak ingin mengambil resiko dalam pertandingan ini, ia menggantikan Cesc Fabregas dan memasukkan pemain bertahan lainnya, Kurt Zouma.
Terbukti strategi yang diterapkan pelatih asal Portugal ini cukup berhasil. Swansea tak mampu memanfaatkan sejumlah peluang mereka, meski sempat beberapa kali menebarkan ancaman.

6 menit menjelang pertandingan berakhir, Radamel Falcao diturunkan The Blues untuk mendongkrak lini depan mereka. Namun, keadaan tak berubah. Skor sama kuat 2-2 menjadi hasil akhir dalam pertandingan tersebut.