Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) hari, Selasa, 18 Agustus 2015 telah memanggil keempat pemain PSS Sleman yang terkait masalah sepak bola gajah tersebut. Dimana salah satunya hadir Hermawan Putra jati yang mengaku kehadirannya tersebut karena ingin menjelaskan yang sebenar-benarnya mengenai pertandingan tersebut.
"Pengakuan ini tidak kami buat-buat, kami menceritakan kejadian yang ada. Yang jelas kami berbuat begitu atas suruhan manajer PSS, yakni pak Rumadi dan pak Supardjiono," kata Hermawan usai sidang yang juga dihadiri oleh tiga pemain PSS Sleman lainnya, Satrio Aji, Ridwan Awaludin, dan Moniega Bagus.
Hermawan menjelaskan bahwa dirinya disuruh mengalah dari PSIS agar PSS Sleman tidak bertemu Pusamania Borneo FC, dan itu adalah suruhan dari manajemen PSS Sleman sendiri.
"Kita disuruh mengalah dari PSIS agar tidak bertemu Pusamania Borneo FC. Hari ini, kita juga memberikan bukti dan rekaman soal investigasi yang di buat suporter PSS (Slemania) kepada Komdis. Bila Komdis memanggil lagi, kami siap datang. Sekali lagi kami ini hanya korban serta berharap kita mendapat kebebasan dan bisa bermain bola lagi," harap Hermawan.
Panggilan keempat pemain PSS Sleman ini adalah untuk menindaklanjuti semua temuan dan dugaan dari masyarakat tentang para pelaku match fixing dan perilaku buruk lainnya di sepak bola Indonesia yang telah beredar luas di media.