Seperti diketahui, Persebaya Surabaya mengganti nama menjadi Persebaya United. Perubahan nama ini berdasarkan saran dari BOPI terkait rekomendasi atas keikutsertaan Persebaya di Piala Presiden.
"Semoga penambahan nama bisa menjadi solusi. Tapi saya akan mendengar dulu penjelasan dari BOPI," kata Menpora Imam Nahrawi di Depok seperti dilansir dari Antara.
BOPI atau Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sebelumnya telah merekomendasi pelaksanaan Piala Presiden yang dipromotori oleh Mahaka Sports and Entertainment. Rekomendasi ini adalah modal untuk mendapatkan ijin keramaian dari kepolisian.
Rekomendasi diberikan setelah ada kesepakatan bahkan Persebaya Surabaya yang menjadi salah satu peserta rela menambahkan nama United pada nama timnya. Kondisi itu dinilai oleh BOPI menjadi solusi yang tepat untuk meredam gejolak yang selama ini ada.
Tidak hanya Persebaya, Arema Cronus juga mendapatkan titik terang dan dipastikan bisa turun pada turnamen berhadiah utama Rp3 miliar itu. Klub asal Malang itu bisa ikut setelah tidak akan menggunakan PT Arema Indonesia. Bahkan hal sebagai panpel juga dicabut.
"Kami menyambut baik upaya yang dilakukan. Yang jelas kami akan meminta penjelasan sepenuhnya dari BOPI maupun promotor agar turnamen ini bisa berjalan dengan lancar," kata pria yang juga politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa.