Di musim perdanannya bersama The Blues, Fabregas muncul sebagai pemain yang paling krusial di lini tengah Chelsea dengan mencatatkan 18 assists. Atas keberhasilan individunya tersebut, jebolan akademi La Masia itu sukses mengantarkan Chelsea meraih gelar Liga Primer 2014/2015.
Namun, penampilan Fabregas di musim ini jauh menurun dari musim perdananya. Hal itu pun dilihat oleh Canoville sebagai penyebab anjloknya penampilan Chelsea di awal musim ini.
“Saya khawatir dengan Cesc Fabregas, performa dia seakan hanya bertahan satu jam, kemudian dia seperti tidak ‘ada’. Anda tidak bisa seperti itu di liga ini. Semua orang tahu apa yang bisa dia lakukan dan miliki. Anda setidaknya harus konsisten selama 80 menit,” tutur Canoville dikutip Metro.
Demi menjaga ritme permainan Chelsea di musim lalu, mantan pemain Chelsea di era 1981-1986 itu memperingatkan Jose Mourinho untuk segera membenahi peran Fabregas. Sebab ini merasa pemain 28 tahun itu lagi tampil baik seperti saat di Arsenal dan Barcelona.
“Saya pikir dia berganti status menjadi kelemahan tim. Fabregas bukan pemain yang sama seperti kala dia di Arsenal atau Barcelona. Dan itu adalah sebuah kelemahan yang harus Jose (Mourinho) lihat dan perbaiki,” lanjutnya.