Tim Transisi Ancam Polisikan Gunawan

Kamis, 27 Agustus 2015 01:03 WIB
Editor:
© INDOSPORT/ Ratno Prasetyo
Zuhairi Misrawi. Copyright: © INDOSPORT/ Ratno Prasetyo
Zuhairi Misrawi.

Hal itu disampaikan ketika memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), untuk memberikan keterangan mengenai match fixing di Divisi Utama. Gunawan juga menjelaskan bahwa, bandar-bandar judi bola sudah mulai memasuki klub-klub yang bertanding di Piala Kemerdekaan.

Menanggapi hal tersebut, Tim Transisi menilai bahwa yang patut dicurigai itu adalah Gunawan. Namun selain itu, Tim Transisi juga memagari klub-klub, wasit, ataupun perangkat pertandingan yang lain dengan pakta integritas untuk mengantisipasi adanya match fixing dalam Piala Kemerdekaan.

"Gunawan ini patut dicurigai karena pernah masuk lapangan saat Mojokerto lawan Cilegon, padahal bukan offisial dan tidak terdaftar. Sebenarnya tidak diperbolehkan, selain itu, kami dari Tim Transisi memagari klub dan wasit dengan pakta integritas bahwa hukuman berat jika melanggar kode etik," jelas salah satu anggota tim transisi, Zuhairi Misrawi di Media Centre Kemenpora.

Masih menurut Zuhairi, jika Gunawan memang mengetahui ada indikasi keterlibatan pengaturan skor seharusnya ia melaporkan hal tersebut kepada Tim Transisi, dan bukan kepada PSSI. Selain itu, jika Gunawan tidak melapor ke Bareskrim Mabes Polri mengenai masalah pengaturan skor ini, Tim Transisi yang akan melaporkannya kepada pihak kepolisian karena mencoba mencemarkan nama baik.

"Apabila saudara Gunawan (mengetahui) ada pengaturan skor, mestinya tidak melaporkan ke PSSI, seharusnya melaporkan ke kami. Makannya dalam rilis terakhir kita kasih waktu 2x24 jam, kami harapkan Gunawan melapor ke Mabes Polri. Kalau tidak kami yang akan melaporkan dia karena mencemarkan nama baik," tandas Zuhairi.