Namun pihak Persipura sendiri menyatakan tidak akan memberikan surat terkait kepindahan Zulham. Sebab pemain asal Ternate itu sudah tidak terikat kontrak dengan tim Mutiara Hitam. Artinya, kepindahan Zulham ke Persib Bandung tidak perlu menggunakan surat.
"Kita manajemen (Persipura) sudah rapat dan buat kesepakatan. Siapapun pemain Persipura yang dipakai Piala Presiden komunikasi saja langsung dengan pemain itu. Manajemen tidak akan mengeluarkan surat. Karena kita Persipura sudah bubar," ujar Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena saat dihubungi melalui telepon selularnya.
Zulham sendiri memang sudah berseragam Persib Bandung. Hal inilah yang membuat Persipura tidak mempermasalahkan akan Zulham.
"Zulham juga sudah latihan di Persib. Kalau pemainnya mau, tidak masalah. Sama sekali kita tidak keberatan. karena saya pikir, turnamen ini hanya mengisi kekosongan saja. Kecuali turnamen ini ada kaitannya dengan setingkat federasi AFC dan lainnya. Jadi jangan terlalu kakulah. Mau berkarir di klub lain, ya silahkan," tegasnya.
Dengan begitu, kata Rocky pihak Persipura tidak perlu mengeluarkan surat. Sebab keputusan pindah atau tidaknya ada di pemainnya itu sendiri.
"itu keputusan mereka. Jadi kita memutuskan tidak akan mengeluarkan surat. Karena bukan Persib saja yang minta surat. Ada arema, Sriwijaya, Persija. Kesepakatan rapat manajemen tim tidak akan mengeluarkan surat. Kondisi tim kita liburkan," tegasnya kembali.
Seperti diberitakan, klub peserta Piala Presiden yang menggunakan jasa pemain asal Persipura Jayapura terancam tidak bisa main. Salah satunya, Zulham Zamrun untuk membela Persib Bandung.
CEO Mahaka Sport & Entertaiment mengatakan, Zulham tidak bisa ikut Piala Presiden karena Persipura tidak mengeluarkan surat keterangan. Mahaka sebenarnya mempersilahkan klub mentransfer pemain, asalkan dilengkapi surat keterangan dari klub asalnya.
"Arema sempat ingin memakai pemain Persipura, sedangkan Persib ingin memakai Zulham," kata Hasani.
Sejumlah klub juga terancam tidak dapat menggunakan jasa pemain asing karena tidak memiliki KITAS. Menurut Hasani, ada 10 klub yang bermasalah soal KITAS pemain asing.
"Kami memberikan toleransi boleh diganti dengan pemain lokal maupun asing juga boleh jika punya KITAS. Kami akan menunggu sampai Jumat (28/8) siang. Setelah itu tidak bisa," kata Hasani.
Hasani menjelaskan klub yang tidak masalah menggunakan pemain asing adalah, Arema Cronus, Persib Bandung, Mitra Kukar, Persija Jakarta, PSM Makassar dan Bali United.