"Kita harus bersabar. Tidak apa kita diberi sanksi FIFA tidak bertanding, tidak apa-apa. Daripada kita kalah terus," ungkap Jokowi seperti dilansir Antara.
Presiden melakukan "kick off" di tengah lapangan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, didampingi oleh Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi, Gubernur Bali Mangku Pastika.
Jokowi menendang bola kepada para pemain pertanda dimulainya pertandingan di Grup C antara Bali Unitef dan Persija Jakarta.
"Saya senang sekali hari ini akhirnya pertandingan bola bisa bergulir lagi," lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Presiden mengungkapkan keadaan ini juga dialami negara lain ketika melakukan pembenahan sepakbolanya.
"Kebangkitan sepakbola Indonesia harus. Reformasi adalah pilihan yang harus kita ambil untuk membangun prestasi sepakbola nasional di masa akan datang," tegas Presiden.
Presiden meminta semua harus berkorban demi kebangkitan sepakbola nasional.
"Ini pil pahit yang harus kita telan agar sepak bola kita berkembang. Selamat menyaksikan pertandingan. Selamat bertanding," tutupnya.