ISL 2015 Masih Tersandung Perizinan

Kamis, 3 September 2015 19:21 WIB
Penulis: Devi Novitasari | Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Sekretaris PT. Liga Indonesia (LI), Tigor Shalom Boboy Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Sekretaris PT. Liga Indonesia (LI), Tigor Shalom Boboy

Selain membicarakan masalah perizinan, Tigor menyampaikan tentang regulasi kompetisi. Dalam kompetisi ISL ini nantinya akan dilakukan budget cap yakni adanya pembatasan terhadap pembayaran pemain. Selain itu PT LI akan menentukan limit yang diterima masing-masing klub dengan melihat posisi finansial perusahaan.

"Banyak regulasi yang kita bahas, salah satunya adalah akan diterapkan budget cap. ," jelas Tigor kepada rekan media termasuk INDOSPORT di kantor PSSI Senayan, Jakarta.

Jumlah pemain dalam suatu klub rata-rata berkisar antara 25-30 pemain. Sementara klub biasanya hanya menggunakan 24 pemain. selisih enam orang pemain inilah yang perlu ditanggulangi sehingga efektivitas pemain dalam klub akan tercipta serta mengurangi resiko klub yang tidak mamu membayar gaji pemainnya.

"Selain itu kita akan membatasi komposisi jumlah pemain agar lebih efektif sehingga nantinya tidak akan ada lagi klub yang tidak mampu membayar pemain karena perhitungan finansial mereka yang keliru," lanjutnya.

Meski demikian, hingga saat ini kompetisi tertinggi sepakbola tanah air itu masih tersandung masalah perizinan dari kepolisian. Hal ini masih terus diupayakan untuk mendapatkan kepastian agar kick off yang seharusnya berlangsung pada pekan ketiga bulan Oktober tersebut bisa terlaksana secepatnya.

"Hingga saat ini surat perizinan masih belum keluar. Seperti pemberitaan sebelumnya kami masih belumm bisa memastikan kapan akan bisa terlaksana. Kami harap paling lambat awal Januari 2016 sudah bisa terlaksana," pungkasnya.

283