Dalam laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang itu, PSGC Ciamis unggul lebih dulu lewat Osas Saha dari titik putih pada menit ke 18. Persela mampu menyamakan skor melalui Agus Salim di menit ke 86.
Menanggapi hasil imbang tersebut, Pelatih caretaker Persela Lamongan Didik Ludianto mengaku tak puas dengan hasil pertandingan tersebut.
"Ini perlu kita tanyakan ke pemain, secara teknis-strategi kita pakai striker 3 sampai 4. Kita sudah wanti-wanti. kita sudah berusaha maksimal," ujar Didik.
Menurutnya, para penggawa Persela seharusnya bisa menang melawan tim beda kasta. PSGC Ciamis hanya berasal dari Divisi Utama, sementara Laskar Joko Tingkir adalah kontestan Indonesian Super League (ISL).
"Saya gak bisa mengatakan anak-anak terlalu pede. Inilah Persela, kalau melawan tim besar meningkat, saya sudah bilang ke pemain, menang itu bukan karena nama besar tapi semangat," bebernya.
Didik menuturkan, anak asuhnya harus menghadapi pertahanan rapat Laskar Ciung Wanara sepanjang 90 menit. PSGC hanya sesekali keluar menyerang dengan mengandalkan serangan balik.
"Kita menghadapi parkir bus, dari crossing, through pass, saro shooting. Tapi setelah masuknya Edi Gunawan, masuknya Agus ada perubahan. Akhirnya jebol," pungkasnya.
Sementara itu, kegagalan PSGC Ciamis dalam mempertahankan keunggulan disebabkan salah perhitungan. Namun meski menyesalkan hasil imbang tersebut, manager PSGC menganggap hal tersebut sudah menjadi konsekuensi dalam sepakbola.
"Kita sudah berusaha menggalang pertahanan, tapi namanya sepak bola adanya adalah siap menang siap kalah," kata Manager PSGC Herdiat.
Ia pun menjelaskan, alasan tim pelatih menarik keluar Osas Saha di kala Laskar Ciung Wanara itu sudah unggul 1-0. "Menarik Osas Saha karena kita ingin lebih defense. Kita perhitungan sudah unggul, kita ingin bertahan karena sudah unggul 1-0," jelasnya.
Dengan bermain bertahan, harapannya, PSGC bisa mengamankan keunggulan atas Laskar Joko Tingkir. Tetapi strategi itu tidak membuahkan hasil. "Karena kita tahu grade kita dibawah Persela. Jadi kita menang 1-0 sudah bagus, apalagi menang itu sudah sangat bagus. Kita tim kampung dari kota kecil, tapi insyaAllah tidak main kampungan," tandasnya.