Perkembangan sepakbola ke arah yang lebih baik tentunya menjadi harapan setiap insan pecinta olahraga kulit bundar itu. Hal ini pula yang dirasakan Hasani selama ia berkutat dengan dunia sepakbola.
Menurutnya, jika ingin sepakbola Indonesia menjadi lebih baik, diperlukan tangan-tangan pengusaha untuk memegang klub di Indonesia. Hal itu bertujuan untuk mengubah ke arah sebuah industri, bukan untuk kepentingan politis.
“Jika ingin sepakbola Indonesia lebih baik, saya rasa perlu tangan-tangan pengusaha untuk memegang klub,” papar Hasani kepada rekan media termasuk INDOSPORT usai menemui BOPI di Kemenpora, Jakarta.
“Minimal ada 8 klub saja yang dipegang untuk mengubah pola pikir dalam menjalankan roda klub,” tandasnya.
Selama ini, banyak sekali klub yang mendapatkan dana dari pemerintah dan seringkali diselipkan dengan kepentingan politis. Hal ini membuat klub seringkali salah dalam mengatur klubnya.
“Selama Piala Presiden, saya melihat klub-klub yang dipegang pengusaha itu rapi dan bersih. Manajemennya dalam menjalankan roda klub sangat berbeda,” jelasnya.
“Mereka berorientasi pada pembangungan image dan kepentingan klub, bukan diselipkan pada kepentingan politis. Kita bisa lihat contohnya dari klub-klub diluar sana, bahkan di Indonesia kita bisa melihat dari Bali United dan Persib,” tandasnya.
Selanjutnya, Hasani menjelaskan untuk klub-klub kecil, mereka tentunya bisa melihat peluang dari sisi lain karena mungkin kalah pamor dari klub besar yang sudah memegang sponsor.
Klub kecil bisa berorientasi pada pembentukan kualitas pemain yang nantinya bisa jadi pemasukan mereka ketika menjual pemainnya ke klub yang lebih besar.