Sebanyak 14 pejabat FIFA didakwa di AS pada Mei lalu atas dugaan pemerasan yang melibatkan dana lebih dari 150 juta dolar. Namun Jaksa Agung Loretta Lynch memperkirakan dakwaan terhadap mereka akan bertambah menyusul bukti baru hasil penyelidikan kasus ini.
"Lingkup penyelidikan kami tidak terbatas, dan kami mengikuti bukti-bukti ke mana mereka tertuju," kata Loretta.
"Saya menerima banyak bukti penting serta dukungan dalam bentuk kerjasama dalam penanganan kasus ini,"
"Berdasarkan pada kerja sama dan bukti baru itu, kami mengantisipasi pengejaran dakwaan-dakwaan tambahan terhadap mereka."
Ia juga berharap enam eksekutif FIFA yang ditahan di Zurich akan diekstradisi ke AS untuk menghadapi persidangan.
FIFA terlibat dalam skandal korupsi besar sejak penangkapan tujuh orang ofisialnya pada 27 Mei saat mereka menghadiri kongres FIFA di Zurich untuk memilih presiden baru.
Meski terjadi penangkapan-penangkapan, pemilihan presiden tetap dilanjutkan di mana Sepp Blatter memenangi posisi itu untuk kelima kalinya, walau kemudian ia mengumumkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri di mana pemilihan presiden baru dijadwalkan akan berlangsung pada Februari.