Bukan Match Fixing, Manajemen PSS Sleman‏ Tetap Dihukum

Kamis, 17 September 2015 20:35 WIB
Editor:
 Copyright:

"Kita sudah berkesimpulan bahwa pertandingan PSS lawan PSIS bukan match fixing, tapi match setting. Jadi mereka itu mensetting pertandingan untuk kepentingan mereka, cuma cara main mereka itu tidak di benarkan dalam sepak bola. Kita harus mencari siapa yang paling bertanggung jawab," jelas ketua Komdis, Ahmad Yulianto di kantor PSSI.

Hal ini dilakukan kedua tim untuk mengantisipasi bertemu Pusamania Borneo di babak delapan besar Divisi Utama. Ahmad juga menjelaskan bahwa dari pihak manajemen PSS tidak berkata bahwa timnya harus mengalah kepada PSIS Semarang. "Dari manager mengatakan bahwa tidak ada perintah untuk itu (mengalah), manajer hanya memberitahu hati-hati Borneo."

Selain itu, Komdis juga mengatakan bahwa ada kemungkinan untuk mengkrontir antara pihak managemen PSS Sleman dengan para pemainnya untuk dapat memutuskan siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab dalam masalah ini. Tidak hanya itu, bahkan perangkat pertandingan juga akan dipanggil oleh Komdis.

"Kita akan konfrontir (pemain dan manajeman) kalau memang dibutuhkan, itu kan tidak hanya pihak Sleman. Semarang kan beberapa pemain sudah di sangksi seumur hidup, tapi kan untuk memastikan apakah itu perangkat pertandingannya, apa panpelnya, itukan kemudian harus didalami untuk mengetahui siapa sih sebetulnya yang bertanggung jawab pada saat itu," pungkasnya.

152