Sebelum WO Bonek FC dan Sriwijaya membuka pertandingan di Stadion Jakabaring, Sriwijaya FC yang tertinggal defisit satu gol mencoba menekan pertahanan, Bonek FC. Melalui serangan balik cepat, Syakir Sulaeman mencoba menekan ke pertahanan Bonek FC. Beruntung serangan Syakir dapat dipatahkan oleh Evan Dimas Darmono.
Memasuki menit lima malapetaka datang pada kubu Sriwijaya. Ilham Udin Armain melakukan umpan dari sisi kanan justru mencetak gol.
Bola sepakan Ilham Udin gagal diantisipasi dengan baik oleh kiper Sriwijaya FC, Yogi Triyana. Bonek FC pun unggul 1-0 atas Sriwijaya.
Tertinggal gol ini, langkah Sriwijaya semakin berat. Sebab kini mereka tertinggal defisit agregat 2-0 atas Bonek FC.
Memasuku menit 11, Sriwijaya FC mendapat hadiah penalti. Wasit memberikan penalti setelah pemain bertahan mereka dinyatakan menahan bola dengan tangan.
Namun keputusan wasit, Jerry Elly ini menuai protes keras dari kubu Bonek FC. Mereka menilai bahwa bola tidak mengenai tangan. Akibat protes ini, ofisial dan pelatih Bonek FC menarik para pemainnya meninggalkan lapangan.
Saat ditunggu oleh pihak pengawas pertandingan selama lima menit mereka tak kunjung kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan.
Dengan keputusan ini, akhirnya wasit Jerry Elly, meniup pluit sebanyak tiga kali dan menyatakan Sriwijaya FC sebagai pemenang dalam pertandingan tersebut.
Dengan kemenangan ini, Sriwijaya FC berhak lolos ke babak semifinal Piala Presiden 2015.