Kiper timnas Italia itu dianggap gagal bersaing dengan penjaga gawang Arsenal, David Ospina dan mantan gelandang Swindon, Massimo Luongo.
Keputusan tersebut jelas menjadi berita yang mengejutkan sekaligus menjadi tanda tanya besar sejumlah pihak. Pasalnya kiprah dua kiper itu tentunya sangat berbeda dengan Buffon yang di usianya ke-37 berhasil membawa Juventus melaju ke final Liga Champion musim lalu.
Ospina diketahui merupakan kiper kedua The Gunners, sementara Luongo hanya pemain yang berlaga di klub League One Inggris.
Mengetahui keputusan FIFA tersebut publik Italia sontak bereaksi. Sejumlah media Italia seperti La Gazzetta Dello Sport membuat headline berjudul ‘Semua Orang Bersama Gigi (panggilan Buffon), 'Sebuah Gol Bunuh Diri'.
Sementara koran Corriere dello Sport melayangkan surat terbuka yang mempertanyakan keputusan FIFA tersebut.
Tak hanya media Italia, koran Spanyol pun menyoroti daftar 59 nama kandidat perih Ballon d’Or. Perbedaannya, koran Spanyol seperti AS dan Marca lebih mengecam keputusan FIFA yang memasukkan nama Luongo ke dalam nominasi Ballon d'Or daftar.
Koran-koran Catalan justru lebih fokus kepada pernyataan bintang Barcelona, Neymar, yang ingin mendedikasikan pertandingan ke-100 nya di Barcelona untuk rekannya, Messi, yang tengah cedera.