Piala Presiden 2015

Ini yang Ditakuti Persib dari Mitra

Rabu, 7 Oktober 2015 20:53 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor:
© Ginanjar/INDOSPORT
 Copyright: © Ginanjar/INDOSPORT

 Bukan tanpa alasan, Mitra Kukar yang akan menjadi lawannya di pertemuan kedua babak semifinal turnamen Piala Presiden 2015 yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu 10 Oktober mendatang dinilai cukup berbahaya dalam melakukan set piece.

Setidaknya, dari 5 gol yang diciptakan tim berjuluk Naga Mekes selama mengarungi turnamen Piala Presiden, 4 gol diantaranya terlahir dari set piece. Bahkan Persib Bandung pun menjadi korbannya.

"Antisipasi set piece sudah pasti. Tapi untuk hari ini, saya mulai menggabungkan antara pemain yang ditinggal dan main di sana (Tenggarong). Jadi koordinasi dan sedikit menaikkan kondisi fisik, kemudian diakhir ada taktikal dan penyelesaian akhir skema penyerangan‎," ungkap Djanur saat ditemui seusai memimpin sesi latihan di Lapangan Sesco AD, Gatot Subroto Bandung.

Djanur pun berharap hasil evaluasi yang akan dilakukannya selama ini dapat berjalan dengan baik. Sehingga di pertemuan kedua nanti, kemenangan dapat diraih.

"Kita terus memberikan latihan kepada pemain supaya tidak terulang lagi, dan tetap kita menerapkan feeling, baik ketika kita menghadapi bola mati, walaupun lawan menghadapi bola mati dan kita harus bertahan seperti apa," katanya.

"Mitra Kukar ada kelebihan di bola-bola mati dan kita akan berusaha untuk antisipasi," sambungnya.

Djanur menyadari selama ini lawan yang dihadapi di turnamen Piala Presiden 2015 semakin hari semakin berat. Namun pelatih asal Majalengka ini yakin kemenangan dapat diraih.

"Memang lawan-lawan di babak 8 besar dan semifinal semakin berat semakin seimbang, tidak seperti fase grup kita menang telak terus dan itu konsekuensi masuknya babak 8 besar lawan makin bagus dan tangguh, dan persaingan semakin ketat," katanya.

"Yang jelas kita tidak boleh kebobolan lagi apalagi kita butuh 2 -0 kita berharap pertahanan kita semakin solid. Pasti ada antisipasi khusus. Tapi tidak akan saya sampaikan di media," pungkasnya.

12