Dengan memilih Kota Solo, Sriwijaya FC seperti pulang kampung. Pasalnya Sriwjaya FC pernah bermarkas di Stadion Manahan Solo selama dua musim. Bedanya waktu itu masih bernama Persijatim. Setelah menetap di Solo, tim ini bernama Persijatim Solo FC. Bahkan, tim Persijatim Solo FC pernah menjadi kebanggaan penggemar bola di.
Meski hanya dua musim di Solo, Persijatim Solo FC yang waktu itu dinahkodai Yussack Susanto memiliki pemain-pemain berkelas seperti Ferry Rotinsulu (kiper), Maman Abdurachaman, Leo Saputra, Harry Salisbury, Ismed Sofyan (bek), Eka Ramdhani, Modestus Setiawan, Tonny Sucipto (tengah), dan Rocky Putiray.
Persijatim pun dibeli oleh Pemda Sumatera Selatan dan namanya pun berubah menjadi Sriwijaya FC. Waktu itu, di Kota Palembang sudah memiliki Stadion Jakabaring Palembang yang sampai saat ini menjadi home base Sriwijaya FC.
Menghadapi laga ini pasukan Benny Dollo hanya membutuhkan hasil imbang 0-0 untuk memastikan satu tiket ke babak final Piala Presiden.
“Semua pemain kami sudah siap, termasuk Tibo (sapaan akrab Titus Bonai) yang sudah kembali ikut latihan setelah izin pulang ke Papua. Strategi tendangan adu penalti juga sudah kami persiapkan,” jelas Benny Dollo yang juga pernah melatih Arema Malang ini.