Erwin mengatakan bobotoh yang pingsan tersebut terlalu memaksakan diri, bahkan dari segi umur sudah lanjut usia. Jadi hal yang wajar saat melakukan antrian untuk mendapatkan tiket pertandingan Persib kontra Mitra Kukar mengalami pingsan.
"Ya pingsan memang ada. Tapi cuma satu orang. Kalau yang tewas atau ribut-ribut itu hanya berita simpang siur. Karena kita dari pagi jam 08.00 disini (Jalak Harupat)," ujar Erwin.
Erwin pun cukup berang dengan ulah panitia pelaksana (panpel) laga kandang Persib, terutama di bagian tiketing.
"Ini penting untuk bagian dari analisa kita ke depan untuk pertandingan berikut. Pagi tadi juga saya menyaksikan sendiri bahwa tiket cepat habis, apakah yang dijual itu sesuai dengan yang disampaikan panitia pelaksana jumlahnya? Apakah kurang dan tidak sesuai?," tanyanya.
"Nanti kita akan melakukan beberapa penyeledikan-penyelidikan untuk berkaitan dengan hal tersebut saya harapkan pertandingan ini kan laga semifinal kita harapkan menjaga ketertiban dan kelancaraan keamanan, terutama saat sebelum dan sesudah laga pertandingan," tambanya.
Jangan sampai, lanjut dia, jika Persib tidak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya, para bobotoh melampiaskan kemarahan dengan melakukan tindakan-tindakan yang tidak dibenarkan oleh hukum, seperti merusak, menganiaya, anarkis. "Kalau seperti itu, tentu kami pun tidak akan tinggal diam," tegasnya.
Dengan begitu, pihaknya berharap para bobotoh sadar diri dengan melakukan tindakan yang tidak diinginkan.
"Bolehlah ini pertandingan hidup dan mati untuk Persib, tapi bukan berarti hidup dan mati untuk mereka (bobotoh), jadi ini suatu hal yang harus diluruskan kita harus menjungjung fairplay," jelasnya.
Sebelumnya, pihak panpel sendiri sengaja mengeluarkan tiket sebanyak 6.000 lembar dijual di Stadion Si Jalak Harupat. Hal itu sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.
Namun dalam hitungan menit, 6.000 tiket yang disediakan langsung ludes terjual. Dari pantauan INDOSPORT, masih banyak bobotoh yang belum mendapatkan tiket.
Menyingkapi hal itu, salah satu pentolan Viking Persib Club, Yana Umar mengatakan jika kondisi ini merupakan pemandangan yang biasa dalam setiap pertandingan big match saat Persib bertindak sebagai tuan rumah.
"Sudah biasa. Gak usah dibesar-besarin karena kalau di liga melawan tim besar selalu seperti ini," kata Yana.
Ditanya soal bobotoh yang tidak kebagian tiket dan masih mengantri, Yana mengimbau kepada para bobotoh untuk pulang dan menonton di rumah.
"Kalau gak punya tiket udah aja pulang. Nonton di rumah dari pada di Stadion gak bisa apa-apa," pungkasnya.